gambar ilustrasi

Antropologi forensik telah lama dikenal sebagai suatu bidang kajian oleh para ahli bioantropologi meski bidang antropologi forensik masih relatif muda. Sebuah organisasi ilmiah para ilmuwan dibentuk pada tahun 1977 di Amerika Serikat dengan nama American Board of Forensic Anthropology. Organisasi tersebut adalah cabang dari American Assocation of Forensic Sciences.

Meski organisasi profesi antropologi forensik baru dibentuk pada tahun 1977, penerapan ilmu antropologi forensik sudah dilakukan seabad sebelumnya di beberapa negara Eropa. Penerapannya yaitu menggunakan ilmu anatomi untuk identifikasi korban pembunuhan.

gambar ilustrasi

Di Amerika Serikat misalnya, penerapan dan peran antropologi forensik pada identifikasi manusia dalam konteks hukum dilakukan oleh para ahli yang bekerja pada universitas, museum hayat dan angkatan bersenjata. Pada ranah akademik AS di Universitas Florida, antropologi forensik memiliki C.A. Pound Human Identification Laboratory yang membantu penanganan kasus antropologi forensik di sebelas distrik Medical Examiner Kedokteran Forensik di Florida.

Pada masa Perang Dunia II di Amerika Serikat, antropologi berguna untuk identifikasi pilot beserta awak pesawat tempur yang jatuh. Sedangkan peran antropologi forensik di lingkungan universitas seperti di Chicago, Florida dan Tennessee lebih banyak menangani kasus kematian akibat trauma dan pembunuhan.

Selain aktif di makmal yang berkaitan dengan museum antropologi, universitas dan angkatan bersenjata para ahli antropologi forensik kerap kali diminta oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations) dan Persatuan Dokter untuk Hak Asasi Manusia (Physicians for Human Right) guna meneliti individu korban perang sipil, pembunuhan politis atau kerusuhan antarsuku di seluruh dunia seperti yang terjadi di Ethiopia, El Savador, Argentina dan Yugoslavia.

gambar ilustrasi

Di Indonesia, jumlah ahli antropologi biologi masih sedikit dan hal ini juga terdapat pada antropologi forensik. Keahlian mereka belum dapat dimanfaatkan secara meluas. Manfaat antropologi forensik sangat penting negara ini, padahal banyak terjadi kasus-kasus pembunuhan dan penemuan rangka manusia di wilayah Aceh misalnya.

Pentingnya antropologi forensik di Indonesia sebenarnya telah diajukan oleh Teuku Jacob, beliau menyatakan bidang tersebut sangat menarik, mengundang banyak kemungkinan dan perlu dikembangkan di Indonesia serta pasti akan banyak diperlukan di masa yang akan datang.

Sumber acuan: Indriati, Etty. (2010). Antropologi Forensik: Identifikasi Rangka Manusia, Aplikasi Antropologi Biologis Dalam Konteks Hukum. Yogyakarta. Gadjah Mada University Press.

Bacaan lanjutan: Indriati, Etty (Eds.). (1999/2000). Buku Bacaan Antropologi Biologis Prof. Dr. T. Jacob. Jakarta: Dirjen Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.