Antropologi biologi atau antropologi ragawi (physical anthropology) ini adalah satu cabang antropologi yang menyelidiki variasi biologis manusia. Menurut Geoffrey Pope, definisi antropologi biologi yaitu usaha mempelajari evolusi manusia biologis, tingkah laku, dan sejarah humanoid ditinjau dari sudut seleksi alam dan penyesuaian diri,

Di Amerika Serikat, pendidikan ilmu antropologi mencakupi empat bidang yang dikenal sebagai four-field approach. Keempat bidang itu adalah bidang bioantropologi, antropologi budaya, etnologi, dan arkeologi. Para mahasiswa antropologi program master maupun doktoral di Amerika wajib mengambil semua mata kuliah di keempat bidang itu.  Perlu diketahui secara umum, antropologi dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari variasi biologi manusia dan produk kebudayaannya dalam suatu rentang ruang dan waktu. Lingkup ruang menyebabkan antropologi mempelajari manusia dari berbagai tempat di serata dunia, sedangkan rentang waktu melingkupi masa lampau (arkeologi, manusia prasejarah, paleoantropologi) dan masa kini.

Variasi biologi manusia memiliki arti populasi (jumlah manusia dengan ciri fisik tertentu) dan kisaran normal dan tidak normal. Produk budaya bermaksud pengertian studi artifak, perilaku, dan ideologi. Meski studi variasi memberi penekanan bioantropologi pada populasi, namun datanya tetap bermula dari individu-individu.

Antropologi biologi ini mempunyai banyak cabang kajian, antara lain: paleoantropologi, antropologi forensik, antropologi gizi, antropologi teknik,  antropologi olahraga, antropologi gigi, antropologi genetika molekuler, antropologi penyakit, paleopatologi, bioarkeologi, bioantropologi, dan antropologi pertumbuhan.

Di bawah ini dijelaskan secara singkat pengertian cabang-cabang antropologi biologi.

  1. Paleoantropologi yaitu cabang kajian ilmu yang mengkaji manusia purba dan berkaitan erat dengan geologi, mamalogi, anatomi vertebrata, zoologi, tafonomi paleontologi, dan osteologi.
  2. Antropologi gizi yaitu cabang antropologi yang menentukan kecenderungan nutrisi manusia pada masa lampau dengan analisis kimia dan nutrisi masa kini dengan analisis keseimbangan gizi yang berhubungan dengan penyakit.
  3. Antropologi teknik yaitu kajian metrik manusia ketika masih dalam kondis berfungsi, supaya pembuatan alat dan mesin dapat mendukung kesehatan dan produktivitas manusia. Atau dengan kata lain ilmu tentang hubungan di antara manusia, mesin yang digunakan dan lingkungan kerjanya. Antropologi teknik ini juga dapat disebut dengan ergonomi.
  4. Antropologi forensik yaitu studi identifikasi individu sisa hayat manusia (jenazah) yang telah kehilangan jaringan lunak (kulit, daging, organ tubuh) baik sebagian atau seluruhnya dan hanya meninggalkan rangka (tulang belulang), dalam konteks hukum.
  5. Antropologi penyakit, yaitu kajian evolusi penyakit manusia dari masa ke masa yang dipengaruhi oleh lingkungan biotik dan abiotik yang senantiasa berubah seiring perubahan kebudayaan. Misalnya teknologi, peradaban serta mata pencaharian manusia.
  6. Antropologi genetika molekuler yaitu kajian evolusi manusia dari materi genetik dengan teknik genetika molekuler.
  7. Antropologi gigi (dental anthropology) adalah cabang ilmu yang mempelajari gigi-geligi untuk merekonstruksi pola mata pencaharian, jenis penyakit gigi dan nutrisi serta evolusi gigi pada primata, mamalia, dan manusia.
  8. Paleopatologi adalah kajian penyakit manusia pada masa lampau yang memanfaatkan bahan arsip, mumi, fosil, maupun rangka dari situs prasejarah.
  9. Bioarkeologi adalah kajian ilmu yang mencakup interaksi studi antara bioantropologi dan arkeologi untuk keperluan rekonstruksi biologi dan budaya masyarakat lampau.
  10. Antropologi olahraga adalah kajian antropologi biologi yang menggunakan antropometri dan biotipologi (tipe-tipe biologi manusia) untuk menilai biotipe dengan cabang olahraga tertentu. Yang dimaksud antropometri adalah pengukuran fisik untuk memahami variasi tubuh manusia.
  11. Bioantropologi dalam keperawatan yaitu mempelajari interaksi manusia dengan lingkungannya yang selalu berubah. Baik lingkungan biotik (makhuk hidup) maupun abiotik (tidak hidup), tentang kondisi sehat-sakit dan pola penyakit.

Banyaknya cabang antropologi biologi ini menyebabkan perlunya berbagai bidang disiplin ilmu pendukung yang kebanyakan istilah dalam dunia kesehatan dan atau kedokteran.  Bidang ilmu itu antara lain biologi, biogeografi, immunologi, hematologi, serologi, genetika, parasitologi, mikrobiologi, fisiologi, tafonomi, forensik, nutrisi, sitologi, histologi, anatomi, embriologi, neurologi, biokimia, biomatematika, ekologi, paleontologi, dan paleontologi. 

Ada juga ilmu pendukung yang berasal dari rumpun bidang lainnya antara lain ekologi, geologi, primatologi, geofisika, geokimia, stratigrafi, geografi, demografi, sejarah, linguistik, filsafat, dan ideologi. Penggunaan berbagai ilmu bantu itu memperkuat cabang-cabang studi antropologi biologi.

 

*Artikel ini disadur dari beberapa bagian buku:

Antropologi forensik: Identifikasi Rangka Manusia, Aplikasi Antropologi Biologis dalam Konteks Hukum, karya Etty Indriati, penerbit Gadjah Mada University Press, Yogyakarta tahun 2010.

Pope, Geoffrey. 1984. Antropologi Biologi. Jakarta: CV. Rajawali.

Bacaan pendukung: Etty Indriati (ed.). 2000. Antropologi Biologis. Jakarta: Dirjen Dikti Departemen Pendidikan Nasional.

photo: http://ljede.com/anthropology/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.