gambar ilustrasi

Cerita rakyat adalah salah satu genre folklor yang paling banyak dikaji oleh para ahli folklor. Cerita prosa rakyat, menurut William R. Bascom dibagi dalam tiga golongan besar yaitu mite (myth), legenda (legend) dan dongeng (folktale). Pada artikel ini kita akan bahas secara singkat masing-masing jenis cerita rakyat tersebut.

Bagi Bascom, mite atau mitos adalah cerita rakyat yang dianggap benar-benar terjadi serta dianggap suci oleh masyarakat pendukungnya. Mite diisi dengan tokoh para dewa atau makhluk setengah dewa. Peristiwa mite terjadi di dunia lain atau di dunia yang tidak kita kenal dan terjadi pada masa lampau.

Mite pada umumnya menceritakan terjadinya alam semesta, dunia, manusia pertama, terjadinya musibah besar, bentuk khas binatang, topografi, gejala alam dan sebagainya. Mite juga mengisahkan perjalanan para dewa, kisah percintaan mereka, hubungan kekerabatannya, kisah perangnya dan lain sebagainya.

Mite di Indonesia dapat dibagi dua macam berdasarkan tempat asalnya, yaitu yang asli Indonesia dan yang berasal dari luar negeri terutama dari India, Arab, dan negara sekitar Laut Tengah. Bagi Robert Redfield (dalam Danandjaja, 1994:51), yang berasal dari luar negeri pada umumnya telah mengalami proses adaptasi sehingga tidak terasa lagi keasingannya

gambar ilustrasi

Legenda adalah jenis cerita prosa rakyat yang memiliki kemiripan ciri dengan mite. Yakni dianggap pernah benar-benar terjadi pada kehidupan manusia. Berbeda dengan mite, legenda banyak ditokohi oleh manusia, walaupun tokoh manusianya mempunyai sifat-sifat yang luar biasa, sangat sakti dan sering dibantu oleh jenis makhluk-makhluk ajaib. Tempat terjadinya legenda berada di dunia nyata yang kita kenal ini dan waktu terjadinya belum terlalu lampau.

Sedangkan dongeng adalah prosa rakyat yang tak dianggap benar-benar terjadi oleh kelompok masyarakat dongeng itu berasal. Dongeng ini tidak terikat oleh waktu dan tempat (Bascom dalam Danandjaja, 1994:50).

Pembagian cerita rakyat ke dalam tiga bagian ini merupakan tipe ideal (ideal type) saja, karena kenyataannya banyak cerita yang mempunyai ciri lebih dari satu kategori sehingga sukar digolongkan ke dalam salah satu kategori saja. Meski begitu penggolongan cerita rakyat seperti ini tetap penting dan membantu.

Apabila ada suatu cerita yang mempunyai ciri-ciri mite dan legenda sekaligus, maka kita harus menentukan ciri mana yang lebih mengarah ke mite atau legenda. Jika ciri mite lebih berat, maka digolongkan cerita itu ke dalam mite, begitu pula sebaliknya.

Untuk menentukan apakah suatu cerita termasuk mite, legenda atau dongeng kita harus mengetahui masyarakat pemilik atau pendukung cerita tersebut. Pada umumnya hal tersebut dilakukan oleh peneliti yang pernah meneliti suatu cerita rakyat dengan versi-versi dan varian-variannya.

Versi adalah setiap ucapan ulangan dari suatu bentuk cerita folklor. Sedangkan varian adalah suatu versi yang mempunyai perbedaan pokok dengan versi-versi folklor lainnya. Misalnya dongeng “Bawang Putih dan Bawang Merah” adalah versi dongeng “Cinderella” dari Eropa, sedangkan dongeng “Ande-Ande Lumut” dari Jawa Tengah dan Jawa Timur adalah varian dari “Cinderella”.   

Bacaan lebih lanjut:

Danandaja, James. 1994. Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan lain-lain. Jakarta: Pustala Utama Grafiti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.